TNI, Freeport Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Keamanan

Jokowi Diminta Mendamaikan Hubungan Rusak Polri-KPK

Jokowi Diminta Mendamaikan Hubungan Rusak Polri-KPK

https://saranajudionlineindonesia.blogspot.com/2018/07/jokowi-diminta-mendamaikan-hubungan.html


BANDAR BACCARAT - Konflik antara polisi Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi Indonesia (KPK) diperparah segera setelah penunjukan Wakil KPK Bambang Widjojanto sebagai tersangka atas pernyataan palsu yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi pada tahun 2010 terkait dengan pemilihan daerah di Kotawaringin Barat, Pusat Kalimantan.


Keributan antara kedua belah pihak secara luas dikenal sebagai 'cicak vs buaya' atau 'gecko vs buaya' yang melambangkan keributan di belakang mereka yang berkuasa. Isu ini berspekulasi memiliki korelasi langsung dengan isu panas yang diperdebatkan sebelumnya tentang penamaan Budi Gunawan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK. Fakta bahwa ia tetap kandidat yang paling memenuhi syarat untuk kepala posisi polisi Indonesia memperburuk orang-orang yang tidak mendukung dengan gagasan itu.

DRAGON TIGER - Ketika isu itu merajalela, banyak aktivis korupsi datang ke KPK. Salah satunya adalah mantan Wakil Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana. Denny secara pribadi meminta Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo untuk membantu proses rekonsiliasi antara kedua pihak sebelum konflik mulai memburuk bahkan lebih.

"Mari kita selamatkan polisi Indonesia, mari kita selamatkan KPK dari konflik yang belum terselesaikan ini. Presiden Jokowi harus melibatkan diri dalam upaya rekonsiliasi untuk menjamin keselamatan semua," kata Denny di Gedung KPK, Jumat (23/1/2015).

Denny berspekulasi penamaan Budi Gunawan sebagai tersangka kasus graft didorong oleh alasan pribadi.

"Jika Bambang Widjojanto ditangkap oleh Badan Reserse Kriminal Kepolisian (Bareskim), maka itu akan menjadi malapetaka. Kasus Budi Gunawan harus tetap pribadi tanpa mempengaruhi aspek lain seperti ini," jelas Denny.

Denny mengatakan tidak lama setelah menerima informasi tentang BW dia segera bergegas ke Gedung KPK. Meski begitu, dia mengatakan dia belum akan bergerak untuk membantu KPK dalam mengatasi masalah ini.

"Saya berada di Kuningan ketika saya mendengar berita itu dan saya langsung pergi ke KPK. Kami ingin memastikan apakah Bambang sudah ditangkap atau tidak. Johan Budi menegaskan itu, tetapi Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Badrodin Haiti mengatakan tidak. Jadi saya naik untuk memastikan dan langkah apa yang bisa kami lakukan untuk membantu KPK, "tutup Denny. (Akp / Ein)

Komentar