- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
KONI Graft; Imam Nahrawi Mengaku Menggunakan Anggaran Kementerian untuk Umrah
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengakui dia menghabiskan anggaran kementerian untuk membiayai perjalanan umrahnya. Menteri juga melakukan ziarah Islam dengan asisten pribadinya, Miftahul Ulum, dan beberapa pejabat kementerian.
Dalam dengar pendapat pada hari Selasa, 30 April, mengenai dugaan kasus korupsi yang melibatkan proyek hibah 2018 di Komite Olahraga Nasional (KONI), Imam awalnya mengklaim ia mengunjungi Jeddah, Arab Saudi untuk memenuhi undangan dari Federasi Paralayang Asia dan kemudian melakukan umrah.
"Apakah umrah dikategorikan sebagai perjalanan resmi?" Jaksa menanyai Imam yang berdiri sebagai saksi untuk sekretaris jenderal terdakwa KONI Ending Fuad Hamidy.
"Saya menghadiri acara Asian Paragliding," kata Imam.
"Pertanyaan saya adalah, apakah umrah terdaftar sebagai perjalanan resmi atau tidak?" Tanya jaksa lagi.
“Undangan itu adalah perjalanan resmi. Adapun umrah, itu adalah ziarah Muslim, "jawab Imam, mengakui perjalanan umrahnya tidak termasuk dalam perjalanan resminya.
"Jadi, Anda telah melakukan umrah menggunakan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga?"
"Ya," kata menteri.
Setelah mendengar pengakuan Imam, jaksa mempertanyakan beberapa penarikan uang di Mekah. "Pada tanggal 27, mirip dengan kesaksian sekretaris jenderal KONI, ada penarikan Rp50 juta di Mekah, kafe kasino, dan beberapa tempat di Mekah," kata jaksa penuntut.
Dalam kasus korupsi ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka, yaitu wakil kementerian IV Mulyana, pejabat pembuat komitmen kementerian Adhi Purnomo, dan staf kementerian Eko Triyanto sebagai penerima suap. Mulyana juga didakwa sebagai tersangka karena menerima gratifikasi.
Lebih lanjut, dugaan suap adalah Ending Fuad Hamidy dan bendahara umum komite Jhonny E. Awuy. Kelima tersangka telah menjalani proses investigasi. Ending dan Johnny telah melalui persidangan, sementara Mulyana, Adhi, dan Eko telah memasuki tahap penuntutan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar