TNI, Freeport Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Keamanan

Pilihan Ketua DPR untuk E-voting dari Pemilu Konvensional

Pilihan Ketua DPR untuk E-voting dari Pemilu Konvensional

Pilihan Ketua DPR untuk E-voting dari Pemilu Konvensional


Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menyarankan pemilu Indonesia mendatang mengadopsi e-voting atau suara elektronik untuk mengurangi biaya penyelenggaraan pemilu nasional.

"Ini bukan hanya penghitungan elektronik, tetapi e-voting dapat diperkenalkan dalam pemilihan daerah serentak yang akan datang," kata Bambang dalam pernyataan tertulis hari ini.

Politisi Partai Golkar mengatakan metode ini tidak akan lagi menggunakan ribuan item logistik pemilu seperti kotak suara, kertas suara, botol tinta (digunakan untuk menandai partisipasi pemilih), dan tempat pemungutan suara.

Dia juga menambahkan metode non-tradisional ini tidak lagi membutuhkan partisipasi jutaan saksi dan pengawas pemilu.

“Ini akan menekan kemungkinan korban di masa depan. Sistem pemilu Indonesia yang murah, efisien, dan sederhana perlu diterapkan, ”kata Bambang, merujuk pada kematian terakhir anggota komite kerja TPS (KPPS) karena kelelahan yang luar biasa.

Bambang juga meminta pemerintah untuk menyelidiki masalah ini bersama dengan anggota komisi pemilihan umum Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengevaluasi pemilihan umum 2019 dan merevisi UU No.7 / 2017 tentang pemilihan umum.

Dilaporkan ada 587 anggota KPPS yang meninggal hingga Kamis, 25 April. Semua kematian terkait dengan beban kerja yang berat dan kelelahan.

Komentar