TNI, Freeport Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Keamanan

Bandara Bali Membatalkan 9 Penerbangan setelah Erupsi Gunung Agung

Bandara Bali Membatalkan 9 Penerbangan setelah Erupsi Gunung Agung 

Bandara Bali Membatalkan 9 Penerbangan setelah Erupsi Gunung Agung

Otoritas Bandara Bali membatalkan beberapa penerbangan dari dan menuju ke Pulau Bali pada Jumat malam, 24 Mei, setelah letusan Gunung Agung.

Direktorat jenderal transportasi udara di Kementerian Perhubungan mencatat bahwa sembilan penerbangan dibatalkan; empat penerbangan menuju Bali sementara lima penerbangan lainnya berangkat dari Bali.

Pembatalan penerbangan didasarkan pada penilaian keselamatan penerbangan setelah letusan Gunung Agung.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan dalam siaran pers pada hari Sabtu, 24 Mei, bahwa kementeriannya akan memperbarui kondisi terbaru setelah letusan gunung berapi.

Dia meminta bandara, maskapai penerbangan, navigasi, dan pihak terkait untuk berkoordinasi dengan acara baru-baru ini dan untuk memantau situasi. "Jika keselamatan penerbangan terpengaruh, tutup bandara sementara," katanya.

Kepala otoritas Bandara Bali Elfi Amir mengatakan abu vulkanik terdeteksi pada ketinggian 4.000-5.000 di ruang udara Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Bandara I Gusti Ngurah Rai beroperasi secara normal dengan petugas ATC melakukan perjalanan taktis pesawat untuk menghindari pesawat memasuki area yang terkena abu vulkanik," katanya.


Komentar