TNI, Freeport Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Keamanan

Kivlan Zen akan Panggung Protes di Penyelenggara Pemilihan Sore Ini

Kivlan Zen akan Panggung Protes di Penyelenggara Pemilihan Sore Ini

Kivlan Zen akan Panggung Protes di Penyelenggara Pemilihan Sore Ini

Jenderal purnawirawan Kivlan Zen akan menggelar protes di depan markas Dewan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini sore, 9 Mei. Rapat umum ini bertujuan menuntut penyelenggara pemilihan mendiskualifikasi kandidat presiden nomor 01 Joko "Jokowi" Widodo - Ma'ruf Amin.

"Kami akan bertarung dengan siapa pun yang menangani kami," kata Kivlan saat konferensi pers di Tebet, Jakarta, Minggu, 5 Mei. Yang menghadiri acara tersebut adalah mantan Menteri Dalam Negeri Jenderal (Purn) Syarwan Hamid, politisi Partai Gerindra Permadi, dan Partai Amanat Nasional. (PAN) politisi Eggi Sudjana.

Mantan ajudan kepala pelindung Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak merinci lebih lanjut alasan mengapa dia didiskualifikasi terhadap kandidat yang berkuasa di KPU dan Bawaslu. Dia menekankan bahwa kedua institusi harus jujur, benar, dan adil.

Demonstrasi ini diprakarsai oleh aliansi yang didirikan Kivlan yang dijuluki 'Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran' atau Gerak. Protes akan dimulai pukul 13.00 waktu Jakarta.

"[Reli] tidak di bawah partai, tidak di bawah tim kampanye Prabowo - Sandiaga juga," kata Kivlan Zen.

Sebelum demonstrasi hari ini, Kivlan dan juru bicara tim kampanye Prabowo-Sandiaga Lieus Sungkharisma dilaporkan ke unit investigasi kejahatan Kepolisian karena diduga menyebarkan berita bohong dan pengkhianatan pada 7 Mei.

Juru bicara Kepolisian Nasional Brigjen. Jenderal Dedi Prasetyo mengkonfirmasi laporan itu. "Ya, kami telah menerima laporan tadi malam," kata Dedi di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Mei. Analisis ke dalam dua laporan itu masih berlangsung.

Dedi menyebutkan bahwa laporan tersebut menyertakan bukti USB yang berisi pernyataan video Kivlan Zen dan Lieus. "Buktinya adalah pidato dari keduanya," tambahnya.

Sementara itu, juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Sr. Argo Yuwono mengatakan polisi telah menerima pemberitahuan demonstrasi dan akan mengirim 11.000 personel polisi untuk mengamankan kedua lokasi.
Kirim

Komentar