TNI, Freeport Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Keamanan

Gerindra Fadli Zon Mengomentari Penawaran dari Jokowi-Ma'ruf Bloc

Gerindra Fadli Zon Mengomentari Penawaran dari Jokowi-Ma'ruf Bloc

https://saranajudionlineindonesia.blogspot.com/2019/06/gerindra-fadli-zon-mengomentari.html


Wakil Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon, enggan memberikan komentar atau spekulasi sehubungan dengan tawaran yang dibuat oleh blok Joko Widodo-Ma'ruf Amin kepada partainya. Fadli mengatakan bahwa blok Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan terus fokus pada gugatan Pemilihan Presiden di Mahkamah Konstitusi.

"Semua dinamika tergantung pada apa yang kita alami sekarang. Saya pikir harus ada kesempatan untuk membuktikan semua penipuan yang terjadi dalam proses yang sedang berlangsung," kata Fadli pada hari Rabu, 5 Juni 2019.

Fadli juga enggan berspekulasi tentang kemungkinan yang dapat dieksploitasi oleh partainya. Dia menegaskan bahwa semua kemungkinan akan terbuka untuk diskusi dan akan diputuskan oleh ketua partai Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, menyebutkan bahwa ada kemungkinan bagi Gerindra untuk bergabung dalam koalisi Jokowi. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf mengatakan bahwa mereka harus memperhatikan fungsi check and balances jika Gerindra memutuskan untuk bergabung dengan koalisi.

Menanggapi pernyataan Moeldoko, Wakil Sekretaris Jenderal Gerinda Andre Rosiade, mengklaim bahwa partainya telah menerima sejumlah tawaran dari blok Jokowi. Andre menjelaskan bahwa tawaran itu untuk posisi di kabinet dan parlemen di masa depan, yang mencakup posisi sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, dan ketua komisi parlemen.

Terlepas dari tawaran itu, Andre menganggap bahwa akan lebih baik bagi partai untuk tetap sebagai oposisi. Dia mengklaim bahwa dengan menjadi oposisi, partai akan mendapatkan banyak rasa hormat dan dapat memberikan kontribusi kepada publik dengan menjalankan fungsi check and balance terhadap pemerintah.

"Ini adalah pendapat pribadi saya, tetapi saya pikir pendapat ini mewakili mayoritas pendukung Prabowo dan Gerindra," kata Andre kepada Tempo pada 4 Juni 2019.

Komentar