- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Indonesia, Malaysia Setuju untuk Memerangi Diskriminasi Minyak Sawit UE
Presiden Indonesia Joko "Jokowi" Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sepakat untuk memerangi tindakan diskriminatif Uni Eropa terhadap minyak sawit kedua negara. Perjanjian tersebut dihasilkan dalam pertemuan bilateral di Putrajaya, Malaysia, pada 9 Agustus.
"Kedua pemimpin memiliki komitmen yang kuat untuk melanjutkan perjuangan melawan diskriminasi minyak kelapa sawit," Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi mengatakan seperti dikutip oleh Kantor Media dan Pers Sekretariat Presiden dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Sabtu, 10 Agustus.
Indonesia dan Malaysia tetap memiliki komitmen tinggi terhadap pengelolaan dan pemrosesan minyak sawit berkelanjutan. Menteri Retno menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sertifikasi minyak sawit dan data ilmiah untuk perbandingan.
Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Uni Eropa telah sepakat untuk membentuk kelompok kerja minyak kelapa sawit.
Indonesia percaya bahwa persepsi umum tentang kelompok kerja sangat penting untuk menghasilkan hasil yang sesuai dengan harapan kedua pihak.
"Oleh karena itu, pendekatan kami adalah pendekatan yang terbuka. Mari kita bekerja sama, tetapi jika kita menghadapi diskriminasi terus-menerus, maka Indonesia dan Malaysia tentu tidak akan tinggal diam. Kita akan berjuang," katanya.
Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengatakan bahwa penurunan ekspor minyak sawit Indonesia ditekan oleh peraturan yang tidak menguntungkan di beberapa negara tujuan ekspor.
Ekspor minyak sawit Indonesia, termasuk minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya pada bulan April telah turun 18 persen menjadi 2,44 juta ton dibandingkan dengan total ekspor 2,96 juta ton pada bulan Maret, menurut data asosiasi yang dirilis pada Juli 2019.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar