- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Indonesia Melawan Diskriminasi CPO; Mengancam Boikot Airbus
Pemerintah berjuang kembali ke diskriminasi Uni Eropa terhadap kelapa sawit Indonesia dan produk turunannya. Indonesia meningkatkan tekanan terhadap UE, mengancam akan menghentikan impor Airbus dan beralih ke Boeing.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan ancaman boikot menjadi perlu karena UE terus mempertanyakan dan menghambat impor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya dari Indonesia.
Menteri Enggar mengatakan setelah mengalihkan permintaan untuk minuman beralkohol, buah-buahan, dan produk susu dari UE, Indonesia siap untuk menambahkan produk pesawat ke dalam daftar.
"Kami akan memesan dari Boeing bukan Airbus. Saya sudah memberi tahu Rusdi Kirana tentang hal itu, dan dia setuju. Sebagai bangsa, kita tidak boleh membiarkan diri kita diperlakukan seperti ini," katanya seperti dilansir asbisnis.com, 23 Agustus.
Menteri menambahkan bahwa proses mengalihkan pesanan dari Airbus ke Boeing akan dibahas dengan pihak terkait terlebih dahulu. Dia ingin meyakinkan para pelaku bisnis dan pihak-pihak terkait di sektor ini bahwa langkah itu adalah upaya untuk memerangi diskriminasi Uni Eropa.
Dia terus mengatakan bahwa serangan konstan UE terhadap CPO Indonesia adalah bukti proteksionisme. Enggar mengatakan ini dilakukan dengan sengaja oleh UE untuk melindungi produk-produk bio-minyak buatan sendiri.
"Kita harus memberi sinyal kuat bahwa Indonesia juga dapat memberlakukan hambatan impor terhadap produk UE. Mereka memulai langkah proteksionisme ini terlebih dahulu," bantah Enggar.
Baru-baru ini, UE menuduh Indonesia telah menerapkan subsidi dalam proses produksi dan ekspor produk-produk biodiesel di UE.
Menteri mengatakan bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan fokus pada penerapan pengalihan impor pada produk susu dan buah-buahan dari UE. Kementeriannya sedang dalam pembicaraan dengan Asosiasi Makanan dan Minuman (Gapmmi) tentang kemungkinan mengimpor produk susu dan buah dari Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara produsen lainnya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar