TNI, Freeport Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Keamanan

Kebakaran Lahan di Kalimantan; Pemerintah Tightly Memantau Bandara Sampit

Kebakaran Lahan di Kalimantan; Pemerintah Tightly Memantau Bandara Sampit


Kebakaran Lahan di Kalimantan; Pemerintah Tightly Memantau Bandara Sampit

Kementerian Perhubungan masih memantau ketat Bandara H. Asan Sampit di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyusul kebakaran lahan di Sampit dan sekitarnya.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti, bandara tetap beroperasi secara normal. Kementerian selanjutnya berkoordinasi dengan unit operasional bandara dan pemangku kepentingan.

"Kami terus memantau kasus pengembangan kebakaran di Sampit dan menjalankan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, sehingga semua tim dapat segera siap untuk segera menginformasikan strategi yang tepat untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin mengganggu operasi penerbangan," kata Polana dalam siaran pers, Selasa, Agustus 6.

Iklan oleh Kiosk
Kepala unit operasional Bandara Sampit, Havandi Gusli, mengatakan ada penundaan penerbangan karena jarak pandang hanya 100 meter karena kabut asap. Namun, dia menegaskan, kondisi bandara masih normal.

“Ada penundaan, tetapi setelah jam 8 pagi operasi kembali normal dengan tingkat visibilitas lebih dari 2.000 meter. Tidak ada pesawat yang membatalkan penerbangan sampai sekarang, ”tambah Havandi.

Menurutnya, kebakaran lahan terjadi setiap tahun di daerah Sampit. Untuk mengantisipasi dampaknya, pihaknya mengadakan koordinasi intensif dengan AirNav Indonesia, BMKG, BPBD, dan pihak terkait. BPBD juga mengerahkan dua helikopter untuk membersihkan asap.

Komentar