- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Legislator Mendesak Pemerintah untuk Mengurangi Impor
Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendesak pemerintah untuk mengurangi impor barang konsumsi dan bahan baku untuk industri nasional sebagai bagian dari upaya untuk mengekang defisit perdagangan negara.
Mengurangi ketergantungan pada barang-barang impor akan berdampak positif pada fundamental ekonomi nasional, neraca perdagangan dan neraca pembayaran, kata Soekartono dalam sebuah pernyataan pers yang dirilis pada hari Sabtu.
Dengan demikian, stabilitas ekonomi nasional akan semakin kuat dan di atas segalanya, ekonomi nasional akan menjadi tahan terhadap gejolak eksternal, katanya.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah akan fokus pada mendorong ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk menurunkan defisit perdagangan negara itu yang mencapai US $ 1,90 miliar pada semester pertama 2019.
"Dalam situasi yang tidak pasti saat ini, kita harus meningkatkan ekspor," kata Enggartiasto setelah pertemuan membahas rancangan anggaran negara 2020 di Kompleks Parlemen di Jakarta pada 16 Agustus 2019.
Dia mengatakan pemerintah akan mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan perang perdagangan AS-Cina.
"Kami akan mengambil keuntungan dari peluang ini. Ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia ke AS naik 20 persen, sementara itu Indonesia mengimpor kapas dari AS. Semakin banyak kapas yang kami impor dari AS, semakin banyak tekstil dan produk tekstil ekspor ke AS akan seperti kita mengambil pangsa Cina di pasar tekstil AS, "katanya.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan neraca perdagangan negara itu mencatat defisit US $ 63,5 juta pada Juli 2019. Secara kumulatif, defisit perdagangan pada semester pertama 2019 adalah US $ 1,9 miliar.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar