TNI, Freeport Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Keamanan

President Orders Authority to Tackle Papua Unrest: Moeldoko

President Orders Authority to Tackle Papua Unrest: Moeldoko





Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan otoritas untuk mengatasi kerusuhan di Papua secara proporsional dan profesional, kata Kepala Staf Presiden Moeldoko mengutip pernyataan Presiden. Personel militer dan polisi harus menahan diri saat menangani demonstrasi di wilayah tersebut, kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan di sini Senin.

"Tidak ada perintah untuk mengambil tindakan represif, semua pihak harus berlatih menahan diri," tambahnya.

Sebelumnya pada hari itu, protes massa di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua telah berubah menjadi kekerasan dengan beberapa perusuh membakar beberapa fasilitas.

Demonstrasi diadakan di beberapa daerah di Wamena. Sebuah laporan yang diterima Antara Antara di Jayapura menemukan bahwa para demonstran, yang kebanyakan terdiri dari anak-anak muda, telah membakar beberapa fasilitas umum, seperti kompleks kantor.

Kepala Inspektur Jenderal Polisi Papua Rudolf A. Rodja menghubungkan protes massa di Wamena dengan penyebaran berita bohong atau palsu tentang seorang guru yang mengucapkan kata-kata rasis terhadap seorang siswa Papua.

Protes atau demonstrasi massa telah dilokalisasi dan diamankan oleh personel Brigade Mobil (Brimob) Bantuan Pengendalian Operasi Polisi (Brimob) Nusantara, yang diperbantukan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rodja menegaskan.

Informasi tentang seorang guru di Papua menggunakan kata-kata rasis itu salah dan berdasarkan penilaian polisi tentang validitas informasi, Rodja menjelaskan. Polisi meluncurkan pencarian terorganisir dan intensif untuk seseorang yang diduga menyebarkan berita palsu.


Komentar