TNI, Freeport Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Keamanan

5 Destinasi Prioritas Wisata Halal; Bali & Toba Tidak Terdaftar

5 Destinasi Prioritas Wisata Halal; Bali & Toba Tidak Terdaftar



Ketua Asosiasi Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Riyanto Sofyan mengatakan PPHI memfokuskan pada lima, dari 10, tujuan prioritas untuk pariwisata halal; yaitu Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh, Sumatra Barat, Jakarta, dan Jawa Barat.

"Tiga besar adalah Lombok, Aceh, dan Sumatera Barat. Termasuk Jakarta dan Jawa Barat untuk menjadikannya lima," katanya di JCC, Jakarta, Jumat, 15 November.

Riyanto mengatakan Indonesia, sebagai negara dengan populasi mayoritas Muslim terbesar, memiliki potensi besar dalam pariwisata halal. Karena itu, ia menyarankan agar itu digunakan sebagai pendorong ekonomi.

Dia menjelaskan, pasar sektor pariwisata halal di Indonesia baru mencapai 20 persen. Riyanto mengatakan bahwa hal itu dapat ditingkatkan dengan menyediakan fasilitas ramah Muslim seperti hotel dan restoran bersertifikat halal.

"Itu harus terus ditingkatkan agar kita dapat merebut pasar," katanya, seraya menambahkan bahwa pariwisata adalah satu-satunya sektor ekonomi yang tidak terpengaruh oleh perang dagang AS-Cina.

Riyanto berharap industri pariwisata halal dapat terus dikembangkan, sehingga Indonesia tidak akan banyak bergantung pada perdagangan.

Sebelumnya, kabar mengatakan Bali dan Danau Toba akan menjadi tujuan wisata halal menjadi pembicaraan publik sebelum Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama membantahnya.

"Sebuah tujuan wisata dibangun berdasarkan kearifan lokal dan budaya daerah tersebut, sehingga akan menjadi daya tarik yang luar biasa bagi para wisatawan," kata menteri dalam siaran pers pada hari Rabu, 13 November.

Wishnutama mengatakan bahwa fokus pelayanannya adalah mengembangkan destinasi wisata, khususnya Bali dan Toba, berdasarkan kearifan lokalnya karena yang menarik pengunjung adalah mereka yang berlatar belakang multikultural.

Komentar